Setelah tidak kuliah lagi, ternyata rasanya nelongso, banyak pikiran aneh-aneh, setiap malam keluar menyusuri jalan, sampai ketemu komunitas yg aneh juga.. malam2 buat acara panggil arwah via jalangkung, asyik juga aku jadi lupa akan kesedihan, disitu banyak kumpul anak muda dari berbagai profesi, ada tukang becak, parkir, sopir dan kernet, asongan, dll. Untuk makan gak usah kawatir, gantian siapa yg punya uang yg traktir nasi angkringan. Aku jadi teringan waktu SMA di pramuka dulu, waktu persami: perkemahan sabtu-minggu, brangkat dari sekolah jum’at sore naik bis turun di Pakem, jalan kali ke barat sampai sebuah kali, terus kita masuk kali melawan arus, pas malam itu hujan, jalan terus lebih dari 4 jam sampai di hutan, kita bikin kemah disitu, tenda dari ponco: jas hujan motor, kondisi basah tetap paksain tidur, pagi2 jalan lagi, sampai sebuah jembatan tinggi 20 meter, kita latihan tali, naik turun jembatan, ini yang paling aku senangi, naik jembatan pake tali kalo teman2 bisa 5-10 menit, kalo aku 1 menit dah sampe atas, tanpa pengaman sama sekali. Flying fox, Mobut: turun jembatan kepala dibawah, menghadap atas, menghadap bawah kaya spiderman, asyik deh. Sorenya jalan lagi sampai Bebeng, itu loh, tempat yg ada 2 orang relawan merapi terkubur lahar di bungker. Didekat situ aku barsama teman2 mengundang roh, tapi perantaranya diri kita sendiri, kita konsentrasi, berdoa terus panggil roh, sebentar udah ada yg datang memasuki tubuh kita lewat kepala, rasanya tubuh lebh dingin, kepala tiba2 tertunduk terus terangkat lagi sudah bersuara, bukan kita yg bersuara tapi roh yg masuk itu, teman2 bergantian nanggap roh itu, siapa namanya, brapa umurnya, kenapa matinya, apa pesan-pesan pada kami, setelah cukup roh tu dipersilahkan keluar, kalo tidak mau baru kakak pembina sebagai pawang yg memaksa keluar.Begitulah, ritual itu kuulangi di komuntas yg baru ini, aku jadi tentor tapi bukan pawang, jadilah setiap kami kerasukan roh yg kita gak tau, taunya sih udah keluar dengan sendirinya. Sering kami ulangi sampai masing2 punya roh sendiri2 yang punya nama sendiri2, waktu itu yg masuk ke tubuhku namanya Leman, dia hebat, ngakunya bisa nyembuhin orang sakit, ada juga Namanya Semar, penguasa gunung Merapi, ada juga yang mengaku Sultan ke 7, jadi rasanya aku sebagai pemimpin bagi teman2 ku. Banyak prefilage yg ku terima he he…Kalo ada acara aku pasti dijemput pake becak. Makan selalu gratis dll.Sampai setiap waktu aku selalu komunikasi dg roh penunggu ku, sampai didalam hatiku ada 2 suara yang saling berlawanan, satu baik, satunya buruk, tapi aku tidak tau diriku yang mana. Selalu kutanya siapa sebenarnya kamu, apa maumu.Dia selalu menjanjikan, dan selalu ku tagih, kalo dia ada di dunia maya (kaya internet) aku pingin ku tarik ke dunia nyata, bisa nyembuhin orang dll, dia minta aku puasa, setelah berbuka pasti dah nyata. Ya.. setelah berbuka, baru minum doang aku dah harus barangkat latihan bela diri MP di Sasono Hinggil Alun2 kidul. Aku bisa bayar karena aku dah mulai kerja serabutan, dari Ngecat, Laden Tukang batu, sampe ikut pemborong jadi Pelaksana. SMP 13 yg bertingkat itu aku pelaksananya.Karena belum makan, ditengah2 latihan aku kecapekan, minta ijin guru istirahat dibelakang, di belakang kurebahkan badanku, tidak merasa nyaman malah dari dalam pingin berontak, ahirnya lepas kendali aku teriak2 kaya orang kesurupan, kakak2 pelatih berlarian mendekatiku pegang tangan dan kakiku, aku masih meronta, kurasakan dari tanganku yg dipegang seprti listrik yg menyengat merambat ke seluruh tubuhku, ahirnya aku bisa ditenangkan.Keesokan harinya aku dipanggil kakak Pelatih, mas Ipung, dia tanya2 latar belakangku, kuceritakan semuanya. Dia bilang setelah aku tenang dia berjalan ke timur, bersama sesuatu dari tubuhku, orang nya tua, barjanggut, pakaiannya serba putih, pakai sorban dikepala. Mas Ipung bilang pada sesuatu itu, bahwa aku adiknya, jangan diganggu, cukup mas Ipung saja yang menjaga ku.Aku tanya bagaimana melepaskannya, mas Ipung katakan tubhku seperti umah kosong yang banyak pintunya, siapapun roh bisa masuk, aku harus isi lagi rumah itu, dan menjaganya. Setiap mau tidur aku disuruh meditasi, konsentrasi, mengingat2 apa yang talah kulakukan pada pagi sampai malam. Terus dilakukan. Ibarat Pohon, sesuatu yg merasuk harus dipangkas oleh diriku sendiri, tiap hari, sedikit demi sedikit. Sambil dibantu mas Ipung dari Jauh. Juga aku mengunjungi orang Pintar, namanya Bu Dewi, dia bilang sebentar lagi kalo gak segera diobati aku akan GILA.Begitulah lama2 aku sudah dapatkan diriku kembali, utuh seperti sedia kala.Subhanallah. Inilah aku.
JANGAN SALAHKAN SETAN
Posted 19 Januari 2008 by marjunulCategories: renungan
Masih ingat awal diciptakan manusia? Ya, setelah ALLAH menciptakan Adam. DIA memerintahkan kepada semua mahluk untuk bersujud kepada Adam, mahluk yang paling sempurna. Memang semuanya tunduk kepada perintah sang Khalik. Malaikat pun sujud kepada Adam. Kecuali Setan. Apa yang dikatakan setan? Dia sangat rasional. ”Bagaimana mungkin mahluk yang diciptakan dari Api bersujud pada mahluk yang diciptakan dari Tanah?” Setelah kita telaah. Secara materi Api memang lebih baik dari tanah. Api bisa Menerangi kegelapan, bisa menjadi energi panas, membakar, memasak. Sementara tanah hanya sesuatu yang diinjak-injak. Esensi mahluk adalah mentaati apa yang diperintahkan sang Khalik. Atas pembangkangan inilah Setan diusir dari Surga turun ke bumi. Wah..Setan protes. ”Kenapa ya ALLAH? Saya kan sangat Rasional.. Pakai otak dong! Jelas-jelas Api lebih Baik dari Tanah kok disuruh bersujud ke Tanah? Gak kebalik? Tanah yang harusnya bersujud ke Api?”Apa sih yang kamu mau ” ALLAH bertanya pada setan. Setan minta diberi kompensasi yaitu menggoda Manusia yang kata ALLAH sempurna itu. ALLAH pun mengabulkan permintaan setan. Karena sayang pada manusia, ALLAH mengutus malaikat untuk selalu mendampingi manusia. Mulai saat itulah di hati manusia selalu ada bisikan setan dan malaikat. Hati manusia menjadi medan pertempuran setan dan malaikat. Tinggal manusianya yang mau memenangkan setan atau memenangkan Malaikat. Sampai ahirnya atas bujukan setan, manusia pertama itupun diusir kebumi. Pola pikir manusia terbagi atas 2 bagian yaitu :
1. Pola pikir Material-is yang segala sesuatu dilandaskan nilai2 materi=Pro Setan
2. Pola pikir Spiritual-is yang segala sesuatu dilandaskan nilai2 spiritual=Pro Malaikat.
Manusia hidup di dunia diberi ALLAH perasaan cinta pada : Harta, Bisnis, Kedudukan, Kendaraan, Wanita, Anak2. Tetapi ALLAH meminta cinta Manusia kepada yang bersifat Materi itu harus dibawah cinta kepada ALLAH (spiritualis). Sekarang bagaimana dengan kita? Apakah kita lebih cinta kepada ALLAH? Kenyataannya pola pikir kita selalu mengutamakan materi. Azan Subuh kita asyik ngeloni anak istri. Azan Dluhur kita sibuk dengan bisnis. Azan Asar masih sibuk menumpuk harta, Azan magrib masih asyik dengan mobil kita, Azan isya sudah jalan2 di Mall. He.. he.. he.. Jangan2 kita semua sudah menjadi budaknya SETAN!Jangan salahkan setan. Kita sendiri yang harus bertanggung jawab kepada diri kita masing2. Setan sudah disediakan tempat yaitu NERAKA. Malaikat di SURGA. Kita tinggal memilih. Mau ke NERAKA atau SURGA. TIDAK ADA YANG BISA DIPERSALAHKAN KALAU KITA MASUK NERAKA KECUALI DIRI KITA SENDIRI!
inilah aku
Posted 19 Januari 2008 by marjunulCategories: Tentang Aku
inilah aku,
Saat ini aku tlah berumur 38 tahun, cukup tua ya.., setelah lulus SMA di pinggiran kota Yogya, aku melanjutkan ke IKIP Yogyakarta (sekarang UNY), pada saat itu tahun 88, ambil Pendidikan Geografi, knapa ya.., di benakku yang penting kuliah, knapa pilih Geografi? memang agak naif karena waktu SMA, itulah pelajaran yg menurutku paling mudah, dan memang sama pak Marjono, guruku Geografi SMA aku dikasih nilai 8, klo pelajaran laennya sih hanya 7, 6, 5 he he he..
Asyik lho, waktu kuliah aku mulai blajar ber organisasi, awalnya sih untuk isi waktu luang aja, nah smester satu ada class meeting, aku ikut basket di jurusan, terus kepilih di fakultas. Ada crita lucu, waktu final Fakultas ku IPS ketemu ama Fakulas Olahraga, orangnya jelas dong Gede-gede, nah.. acaranya kan sore hari, nunggu kelar kuliah mampir di Masjid sebelah kampus, bakda asyar aku kluar masjid, ternyata spatuku untuk basket ilang…wah jadi tanding di final tapi gak pake spatu he he..ahirnya pun tetep kalah..
Lain waktu kakak angkatan cari personel band, braniin daftar, ditanya bisa pengang alat apa? kujawab drum, terus dites maen drum, padahal aku blum pernah sekalipun pegang drum, hanya sebelumnya selalu bayangin nge drum, ternyata lulus he he.. sempat tampil di jurusan dan fakultas nyanyiin lagu ahmad albar, nicky astria, wah keren…
Kuliah baru 2 tahun aku dah gak bisa nerusin, maklum masih ngandalin ortu, bapak penjahit, ibu jadi tukang cuci, mereka pengin sekali anak pertamanya jadi sarjana, tapi apa boleh dikata biaya smesteran yang 90 ribu itu gak bisa bayar… Ok deh aku putusin DO aja, adikku wati masih SMA Swasta, Toro klas 3 SMP, warsi klas 1 SMP, wah mereka baru butuh biaya banyak untuk sekolah. Jadi aku harus ngalah dong, udah cukup SMA plus kuliah 2 tahun.

